Minggu, 16 Oktober 2011

Industri Keuangan Syariah Butuh SDM Berkualitas

Industri perbankan syariah dituntut agar terus melakukan inovasi produk dan memberikan pelayanan berkualitas untuk menggaet nasabah. Namun itu akan sangat sulit untuk dicapai tanpa dukungan SDM (sumberdaya manusia) berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Ramzi A Zuhdi di Jakarta, Senin (17/8/2009).
Ramzi merujuk pada hasil riset MarkPlus&Co yang menyebutkan selain terdapat nasabah yang loyal pada salah satu sistem, konvensional atau syariah, ada pula nasabah yang lebih memilih suatu sistem berdasar pelayanan atau yang disebut dengan nasabah mengambang (floating mass).
Pelaku industri kata Ramzi dituntut untuk dapat menggaet nasabah baru dari kalangan massa mengambang. "Untuk menarik minat floating mass inilah industri perbankan syariah harus dapat melakukan inovasi produk dan memberikan pelayanan berkualitas dengan didukung SDM profesional," ujarnya.
Ramzi berharap perbankan syariah bisa mendapat suplai SDM berkualitas agar dapat bersaing di perbankan nasional dan target pangsa pasar 15 persen di 2015 dapat tercapai.
Saat ini aset perbankan syariah hampir mencapai Rp 60 triliun dengan rata-rata pertumbuhan industri perbankan syariah 30 persen per tahun. "Dengan pertumbuhan relatif tinggi dibanding konvensional, di satu sisi timbul rasa optimis, tetapi di sisi lain ada tantangan mengenai kekurangan SDM," ujarnya.
Berdasar data publikasi BI per Juni 2009 terdapat sekitar 13.500 SDM yang bekerja di industri perbankan syariah. Jumlah tersebut di antaranya 8.486 orang di bank umum syariah, 2.223 orang di unit usaha syariah dan 2.811 orang di bank pembiayaan rakyat (BPR) syariah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar