Abdullah Hehamahua - inilah.com/Agus Priatna
INILAH.COM, Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk tidak memilih Abdullah Hehamahua sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meskipun saat fit and proper test memberinya nilai sempurna.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil menyatakan tidakterpilihnya Abdulah sebagai pimpinan KPK merupakan keputusan dari Fraksi. "Itu Fraksi-fraksi yang memilih bukan saya yang memilih," jelas Nasir seusai pemilihan pimpinan KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/12/2011).
Dia mengatakan, penilaian tinggi dari dirinya kepada Abdullah Hehamaua tidak menjadi penentu kemenangan untuk menjadi pimpinan KPK. "Tidak harus relevan tidak harus nilai tinggi secara otomatis menjadi pimpinan KPK," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat Hehamahua menjalani fit and proper test, FPKS memberi nilai sangat baik. "Ini nilainya sembilan, bagus, sip," ujar Wakil Ketua Komisi III FPKS Nasir Jamil di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
Sedangkan dalam pemilihan, Hehamahua hanya mendapat 2 suara. Sementara, Bambang Widjojanto memperoleh 56 suara, Abraham Samad 55 suara, Adnan Pandu Praja 51 suara dan Zulkarnain 37 suara. Yunus Husein memperoleh 20 suara, Aryanto Sutadi mendapatkan tiga suara. Handoyo Sudrajat tidak mendapatkan suara sama sekali. [mvi]
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil menyatakan tidakterpilihnya Abdulah sebagai pimpinan KPK merupakan keputusan dari Fraksi. "Itu Fraksi-fraksi yang memilih bukan saya yang memilih," jelas Nasir seusai pemilihan pimpinan KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/12/2011).
Dia mengatakan, penilaian tinggi dari dirinya kepada Abdullah Hehamaua tidak menjadi penentu kemenangan untuk menjadi pimpinan KPK. "Tidak harus relevan tidak harus nilai tinggi secara otomatis menjadi pimpinan KPK," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat Hehamahua menjalani fit and proper test, FPKS memberi nilai sangat baik. "Ini nilainya sembilan, bagus, sip," ujar Wakil Ketua Komisi III FPKS Nasir Jamil di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
Sedangkan dalam pemilihan, Hehamahua hanya mendapat 2 suara. Sementara, Bambang Widjojanto memperoleh 56 suara, Abraham Samad 55 suara, Adnan Pandu Praja 51 suara dan Zulkarnain 37 suara. Yunus Husein memperoleh 20 suara, Aryanto Sutadi mendapatkan tiga suara. Handoyo Sudrajat tidak mendapatkan suara sama sekali. [mvi]